Sejarah Dan Hal Yang Perlu Kalian Ketahui Mengenai Mie Instan Di Indonesia

Suka Mie Instan? Ini 8 Tempat Makan Mie Instan Kekinian di Jakarta

Saya piker rasanya tak seorangpun di indonesia yang tidak pernah mencoba mie instant. Mie merupakan salah satu makanan olahan yang paling populer dan hampir setiap orang di indonesia dari berbagai kalangan pernah mengkonsumsi mie. Di indonesia sudah umum keluarga menyimpan mie instandi rumahnya dan bahkan sebagian orang indonesia membawa mie instant ysaat bepergian ke luar negeri. Meskipun mie instan mungkin dianggap sebagai makanan yang tidak sehat, namun jutaan ornag mengkonsumsi mie instan karena harganya yang murah, rasanya yang enak dan cara memasaknya yang mudah.

Mie instan adalah mie blok yang sudah dimasak sebelumnya yang terbuat dari berbagai bahan seperti tepung terigu, minyak sawit, air dan garam. Mie didehidrasi melalui salah satu dari dua proses, yaitu flash atau penggorengan udara. Mi biasanya dilengkapi dengan sachet bumbu sachet yang ditambahkan untuk persiapan bersama dengan air panas. Mie ini tinggi lemak dan karbohidrat tetapi rendah serat, protein, vitamin dan mineral. Mie instan telah mendapatkan daya tarik di seluruh dunia dan saat ini tersedia dalam berbagai variasi. Mie instan dapat dimasak untuk dikonsumsi hanya dengan menambahkan air panas dan bumbu yang sudah dimasukkan ke dalam kemasan, dan sesuai keinginan konsumen dapat ditambahkan telur, sayur, daging, cabai, dan lain-lain. penemu dari mie instan ini adalah orang jepang, namanya adalah momofuku ando. Momofuku Ando yang berasal dari Jepang menemukan mie instan pada tahun 1958, dan kemudian mendirikan perusahaan bernama Nissin. Perusahaan ini memproduksi mie instan pertama di dunia yang diberi nama Chicken Ramen (ramen adalah sejenis mie Jepang). Pada tahun 1971, Nissin memperkenalkan inovasi produknya dengan mengemas mi dalam wadah styrofoam tahan air yang juga dapat digunakan untuk memasak. Menurut survei Jepang tahun 2000, mie instan merupakan kreasi terbaik abad ke-20 di Jepang.

Di Indonesia, produksi mi instan dirintis oleh PT Lima Satu Sankyu (selanjutnya berganti nama menjadi PT Supermi Indonesia) dan PT Sanmaru Foods Manufacturing Indonesia pada tahun 1968 dengan merek Supermi. Pada tahun 1972, PT Sanmaru Foods meluncurkan Indomie sebagai merek kedua. Pada tahun 1980 perusahaan memperkenalkan mie instan yang disajikan dengan kuah yaitu Indomie Mie Rebus dalam berbagai rasa ayam. Setelah itu, Indomie meluncurkan varian Indomie Mie Goreng kering pertamanya pada tahun 1982, yang dengan cepat menjadi populer di pasaran. Pada tahun 1984, PT Sanmaru Foods diakuisisi oleh PT Sarimi Asli Jaya milik pabrik tepung terigu PT Bogasari dan kemudian bergabung menjadi PT Indofood Sukses Makmur atau yang lebih dikenal dengan “Indofood”, pada akhir tahun 1990an. Saat ini Indomie telah menjadi nama generik mie instan di Indonesia karena mayoritas konsumen menyebut mie instan merek apapun dengan sebutan Indomie. Indomie menguasai sekitar 70 persen pasar mi instan di Indonesia. Selain merek lokal lainnya adalah Mie Sedaap Sarimi, Salam Mie, Mi ABC, Gaga Mie, dan lain-lain. Indonesia merupakan konsumen mi instan terbesar kedua di dunia setelah China, namun konsumsinya menurun sejak 2015. Menurut data Asosiasi Mi Instan Dunia, konsumsi mi instan di Indonesia mencapai 12,52 miliar porsi pada 2018, turun 0,63% dari 12,62 miliar porsi pada 2017, dan turun enam persen dari 13,4 miliar porsi pada 2014. Sementara konsumsi dunia tumbuh dari 100,1 miliar pada 2017 menjadi 103,6 miliar porsi pada 2018. Di tengah tren penurunan konsumsi dalam negeri, dua merek mi instan ternama Indomie (Indofood) dan Mie Sedaap (Wings Food), tetap mempertahankan popularitasnya dengan menawarkan berbagai varian rasa. Di saat yang sama, pendatang baru telah mencoba memasuki pasar dengan menyasar konsumen kelas menengah ke bawah dengan menawarkan harga yang lebih murah. Merek mi instan asing, terutama ramen Jepang dan samyang Korea, juga merambah pasar dengan menyasar konsumen kelas atas dengan harga lebih mahal. Namun mie instan lokal tetap menjadi favorit masyarakat Indonesia.